Data LKS SMK Jateng 2012 …

HASIL ACCOUNTING LKS SMK XXI JATENG 2012

INFORMASI-KISI-KISI LKS 2012 PENGELASAN

TIME TABLE LKS PROVINSI JATENG 2012

juara LKS 2012 elka aplikasi

PANDUAN SOAL LKS PROV JATENG 2012

Berita Acara LKS

LKS SMK PROV JATENG UPLOAD

SOAL SENI RUPA

TATA TERTIB PESERTA LOMBA

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

flash

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Latar Belakang

Sejalan dengan pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dewasa ini maka pembelajaran dengan pendekatan berbasis TIK (ICT Based Learning) sungguh tidak terelakkan implementasinya. Salah satu fungsi dari pemanfaatan pendekatan ini terbukti telah menjadikan proses pembelajaran lebih efektif, dan sejalan dengan itu pendekatan ini juga memacu kreativitas, menghapus kejenuhan dan menciptakan berbagai bentuk inovasi pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran itu sendiri.(NITC, 2011)

Manfaat dari TIK antara lain adalah (Pustekkom, 2011)

  1. Mempermudah
  2. Mempercepat
  3. Mempermurah
  4. Memperindah
  5. Memperpasti
  6. Mempermungkin

Peranan TIK di Sekolah Modern di Indonesia adalah sebagai wahana transformasi pendidikan yang meliputi : (Pustekkom, 2011)

  1. ICT sebagai alat bantu pembelajaran
  2. ICT sebagai fasilitas pendidikan
  3. ICT sebagai standart kompetensi
  4. ICT sebagai penunjang administrasi pendidikan
  5. ICT sebagai alat bantu manajemen
  6. ICT sebagai infrastruktur pendidikan

Evaluasi hasil belajar peserta didik adalah tindakan guru mendapatkan data yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan atau keberhasilan penguasaan kompetensi peserta didik terhadap tujuan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh guru. Dengan kata lain, evaluasi belajar adalah penafsiran terhadap kemajuan-kemajuan peserta didik terhadap suatu kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum.

Dalam melakukan evaluasi hasil belajar peserta didik, dari pengalaman mengajar selama ini, salah satu pekerjaan yang sangat menyita waktu dan membutuhkan perhatian serius agar kebermaknaan proses evaluasi hasil belajar betul-betul didapat adalah proses analisis data. Karena rumit dan banyaknya perangkat yang digunakan untuk menganalis data, kebanyakan guru tidak melakukan analisis data, tetapi sekedar mengoreksi hasil pekerjaan siswa menjawab soal evaluasi untuk sekedar mendapat nilai, tanpa dianalisis.

Dipublikasi di latar belakang, lomba, NICT | Meninggalkan komentar

Permasalahan

Dalam proses  evaluasi hasil belajar peserta didik, salah satu perangkat yang digunakan adalah soal evaluasi, selain bentuk-bentuk penilaian lain yang bisa dilakukan seperti penilaian kinerja, portofolio dan sebagainya. Ada  beberapa   tahapan ideal yang harus  dilakukan guru, dalam melakukan penilaian menggunakan soal evaluasi yaitu :

  1. Menyiapkan soal yang sesuai dengan kisi-kisi / tujuan pembelajaran.
  2. Melakukan proses  evaluasi dengan memberikan soal untuk dikerjakan peserta didik.
  3. Melakukan penilaian/koreksi terhadap hasil pekerjaan peserta  didik.
  4. Menganalisis hasil evaluasi hasil belajar.
  5. Menganalisis soal evaluasi

Permasalahan yang muncul dalam penilaian dengan bentuk  pemberian soal evaluasi  secara  manual/tertulis adalah :

  1. Hasil  pekerjaan  tidak  bisa dikoreksi  dalam waktu singkat, guru  harus  memeriksa satu per satu hasil pekerjaan peserta didik, yang cukup menyita waktu dan merepotkan jika jumlah rombongan belajar  besar.
  2. Apabila  hasil evaluasi  terlalu lama, persiapan pembelajaran selanjutnya untuk menentukan apakah perlu ada remidiasi, pengayaan atau tindakan lain menjadi terkendala.
  3. Proses  analisis  data evaluasi  hasil belajar memerlukan perhatian tersendiri dan menyita  waktu.
  4. Soal  setelah digunakan apakah layak, mempunyai tingkat kesukaran yang sesuai atau tidak layak dan perlu diperbaiki, memerlukan  perhitungan yang  komplek apabila dilakukan secara  manual.

Pertanyaan yang perlu dicarikan jawaban adalah : bagaimana melakukan evaluasi yang bisa dikoreksi dengan cepat, fair, bahkan bila mungkin hasilnya secara real time bisa diketahui, baik oleh guru maupun siswa peserta evaluasi, mudah dilaksanakan, mudah diadaptasi, dimodifikasi, sekaligus dianalisis hasilnya.

Dipublikasi di lomba, NICT, Permasalahan | 1 Komentar

Tujuan Pembuatan Media

Seperti telah diuraikan pada bab permasalahan , maka dalam  pembuatan media berbasis ICT ini,  akan dibuat sebuah usulan/uji coba protype yang bisa dikembangkan dan digunakan guru untuk melakukan rangkaian proses evaluasi hasil belajar siswa berbasis ICT dengan memanfaatkan web log /blog, dimana blog merupakan sebuah media yang cukup familiar dikalangan pengguna dan pengisi konten/penulis di internet yang banyak disediakan secara gratis, mudah, murah dibanding publikasi yang lain, dan mudah diakses, serta keuntungan blog yang lain.

Dalam membuat konten evaluasi dengan multimedia, banyak sekali jenis multimedia dan software yang bisa digunakan. Masing masing memiliki kelebihan sendiri-sendiri. Kali ini akan di buat prototype dan ujicoba konten evaluasi sebagai salah satu bagian dari sebuah Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) yang dibuat di website/blog dengan memanfaatkan fasilitas google doc untuk membuat soal dan melaksanakan proses evaluasi hasil belajar dengan sasaran :

  1. Hasil evaluasi dapat diketahui secara real time baik oleh guru maupun siswa peserta evaluasi dan pihak yang memerlukan.
  2. Proses pembuatan soal dan analisisnya mudah, bisa diaplikasikan di website ataupun blog seperti posting konten biasa tanpa harus mengupgrade sistem pada website, sehingga tidak   memerlukan pengaturan  berbagai  Content Management Sistem (CMS) maupun Learning Management Sistem (LMS)  kompleks  yang menyulitkan pengguna website pemula,  dengan harapan proses pengaturan LMS cukup  sederhana dalam melakukan evaluasi hasil belajar.
  3. Bisa diakses dengan mudah, bisa diatur preferensi penggunanya, dan bisa dilakukan import dan export data untuk keperluan administrasi pendidikan.
  4. Mengatasi  keterbatasan blog gratis  yang  belum menyediakan LMS secara  khusus, sehingga dengan  prototype content ini  bisa  didesiminasikan  untuk keperluan  pendidikan.
Dipublikasi di lomba, NICT, Tujuan penulisan | Meninggalkan komentar

Landasan Teori

BLOG

Blog  merupakan singkatan dari web log[1] adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian.  Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. (http://id.wikipedia.org)

Media blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh PyraLab sebelum akhirnya PyraLab diakuisi oleh Google.Com pada akhir tahun 2002 yang lalu. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis blog tersebut.

Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam,dari sebuah catatan harian, media publikasi dalam sebuah kampanye politik, sampai dengan program-program media dan perusahaan-perusahaan. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis, . Banyak juga weblog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, seperti menggunakan buku tamu dan kolom komentar yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif.

Dengan kelebihannya, guru khususnya bisa mengembangkan  blog sebagai  media untuk mengembangkan pendidikan.

LEARNING  MANAGEMENT  SYSTEM

Learning Management System (biasa disingkat LMS) adalah aplikasi perangkat lunak untuk dokumentasi, administrasi, pelacakan, pelaporan program pelatihan, kelas dan kegiatan ‘’online’’, program pembelajaran elektronik (e-learning program), dan isi pelatihan. Sebuah LMS yang kuat harus bisa melakukan hal berikut: (http://id.wikipedia.org)

  • memusatkan dan mengotomatisasi administrasi
  • menggunakan layanan ‘’self-service’’ dan ‘’self-guided’’
  • mengumpulkan dan menyampaikan konten pembelajaran dengan cepat
  • mengkonsolidasikan inisiatif pelatihan pada platform berbasis ‘’web scalable’’
  • mendukung portabilitas dan standar
  • personalisasi isi dan memungkinkan penggunaan kembali pengetahuan.

Karakteristik LMS

LMS memenuhi persyaratan pendidikan, administrasi, dan penyebaran. Untuk pembelajaran, misalnya dapat berbagi banyak karakteristik dengan VLE ‘’(Virtual Learning Environment)’’, atau lingkungan belajar virtual , yang digunakan oleh institusi pendidikan, masing-masing LMS memenuhi kebutuhan yang unik.

Karakteristik fitur yang tersedia untuk LMS Perusahaan dan Institusi Pendidikan tersebut adalah:

  • Mengelola user, role, courses, instructor, facility, dan membuat report.
  • Course calendar
  • Learning Path
  • User Messaging dan notification
  • Assesment dan testing yang dilakukan sebelum atau sesudah pembelajaran (Pre-test dan Post-test).
  • Menampilkan nilai (score), dan transkrip.
  • Course yang disusun sesuai grade
  • Penyajian yang berbasis web, sehingga bisa diakses dengan web browser.

Aspek teknis

Sebagian besar LMS berbasis web, dibangun dengan menggunakan berbagai platform pengembangan, seperti Java/J2EE , Microsoft.NET atau PHP.

Meskipun sebagian besar sistem secara komersial dikembangkan dan memiliki lisensi perangkat lunak komersial ada beberapa sistem yang memiliki lisensi ‘’open source’’ .

Beberapa LMS yang berlisensi open source adalah sebagai berikut:

dan masih banyak lagi.

Dari uraian  diatas,  untuk  aspek  teknis,  blog, terutama  yang bersifat  gratis, kebanyakan tidak kompatibel  secara  teknis untuk diatur  secara  langsung  memenuhi  kriteria  teknis  LMS.

Dipublikasi di lomba, NICT | Meninggalkan komentar

Hasil Pembuatan Prototipe dan Uji Coba

Dalam  pembuatan  prototipe  model  evaluasi  hasil  belajar  peserta  didik ini,  ada  beberapa  konten  evaluasi  sebagai  bagian dari  Multimedia  Pembelajaran Interaktif (MPI)   yang  meliputi  :

  1. Soal  pilihan  ganda (Multiple  choice)
  2. Soal  Essay
  3. Soal  Check  Box
  4. Soal  Daftar  Pilihan (Choose from a list)
  5. Soal  pilihan skala  (Scale)

Selain  soal evaluasi,  hasil   evaluasi  juga  bisa  dipublikasikan  secara  real time  pada  website/blog  sehingga  peserta  evaluasi maupun  guru bisa  melihat  hasilnya.

Dengan  adanya  hasil  evaluasi belajar  peserta  didik  ini, maka  guru  bisa  langsung  menggunakan  hasil evaluasi  ini untuk  antara  lain :

  1. Mengevaluasi  hasil  belajar  peserta  didik
  2. Menganalisis  hasil  belajar peserta  didik
  3. Menganalisis  hasil  pembelajaran
  4. Menganalisis  soal/butir soal  evaluasi
  5. Menggunakan  data  hasil evaluasi  peserta  didik  untuk pengelolaan administrasi pendidikan
  6. Merefleksikan  hasil  evaluasi belajar  peserta  didik untuk  perbaikan proses  pengajaran, evaluasi, maupun penyusunan  soal.
Dipublikasi di Hasil, laporan, lomba, NICT | Meninggalkan komentar